Merajut Nasib Merubah Takdir

Artikel yg cukup menarik & menggugah yg dimuat di lionmag edisi nov 2008, ini saya dapatkan pada saat penerbangan Jakarta-Banda Aceh tgl 17 des 2008

“Sudah suratan takdir saya menjadi pegawai rendahan”
“saya terima nasib saja menjadi orang kecil”
“Dasar garis tangan orang itu menjadi pengusaha sukses”

Keberhasilan seseorang tidak di tentukan oleh suratan takdir ataupun garis tangan, yang menentukan itu adalah pikiran kita sendiri yg akan mempengaruhi sikapnya.

Pikiran seseorang akan mempengaruhi sikapnya, sikap akan mempengaruhi tindakannya, lalu tindakan seseorang akan menentulan hasilnya. Bila hasil demi hasil diakumulasikan akan menjadi nasib atau bahkan takdir. Takdir/nasip seseorang ditentukan oleh pikirannya.

Dalam artikel ini diilustrasikan, dengan si bijak & si bodoh dalam mengelola usahanya, dgn modal yg sama tapi krn orentasinya berfikirnya si bodoh akan menggunakan uang yg didpt hanya untuk hura2 sementara si bijak digunakan utk pengembangan usahanya. maka keberhasilan itu akan menjadi milik sibijak

Nasip seseorang adalah sejauh pikirannya, semakin seseorang mempersempit pemikirannya semakin suram nasibnya, semakin seseorang memperluas pikirannya semakin cerah nasibnya.

Kisah mengenai Hsieh Kun-Shan salah satu contoh orang yg berhasil merubah nasibnya. ia lahir di Taidong, Taiwan 21 juni 58 dengan tubuh yg sempurna dan sehat. Karena tekanan ekonomi dia membantu ibu dan ayahnya mencari uang, pada usia 12 Hsieh harus berhenti sekolah kemudian menjadi buruh pabrik garmen, tahun 1974 pada saat berusia 16 tahun ia membawa tiang besi tanpa disadari besi tersebut menyentuh kabel bertegangan tinggi sehingga dia menjadi konduktor listrik yg membuatnya tak sadar selama 2 hari.

Pada saat terbagun ia harus menerima kenyataan kalo kedua tangan dan kakinya hancur serta mata kanannya rusak. Mata kanan Hsieh akhirnya tidak dapat digunakan sama sekali ketika saudara perempuannya memukul tanpa sengaja dengan jepretan, pada saat hendak memperbaiki buku. ‘kehilangan anggota tubuh dan rasa sakit tidak membuatku lemah, namun hatiku hancur melihat air mata, keputusasaan dan ketakberdayaan ibuku’. Aku hanya menambah penderitaan kepada perempuan yang hidupnya sudah penuh dengan duka dia harus merawat aku seperti bayi, lalu aku membangunkan pikiranku bahwa aku harus menjadi orang yang berguna dan tidak akan pernah membiarkan ibuku menangis lagi, Itulah tekat Hsieh.

Ia berusaha dan melatih hidup dengan kekurangan fisiknya, mulai menggunakan pakainnya sendiri. Pada saat temannya mengajak untuk berbisnis dia mengatakan,’tubuhku terkurung namun pikiranku bebas’ itulah keyakinannya. Akhirnya dia mulai melukis dgn menggunakan lututnya.

Hsieh telah byk mendptkan penghargaan bahkan kisahnya menjadi legenda di taiwan dan menjadi pelajaran di SD & SMP bahkan di filmkan dengan 30 epeisode di tayangkan di tv taiwan.

Tahun 2007 pernah berkungkung ke indonesia, menyumbangkan 400 jt dr hasil lelang lukisannya.

Anda ingin mengubah nasib anda? Bangkitkanlah pikiran anda,

Popularity: 28% [?]

Leave a Reply

?>