<

23 Cara Mengajari Anak Berbicara

Cara mengajari anak berbicara

Bagaimana cara anak kita dapat memiliki kemampuan berbicara fasih sesuai dengan tumbuh kembangnya? Apakah ada cara tertentu untuk mengajar anak berbicara? Simak tips mengajari anak berbicara dan penjelasannya di artikel berikut ini!

– –

Ayah, Bunda, sebagai orang tua memegang tanggung jawab anak dalam bersosialisasi bukanlah perkara mudah. Kita harus mengajari mereka seperti apa berperilaku, bagaimana bercakap-cakap dengan orang lain dan sebagainya. Sebelum menghadapi rintangan itu, kita juga sudah dihadapi dengan kesulitan mengajari anak berbicara. Mungkin sebagian besar dari kita juga sering ketakutan jika si kecil di umur tertentu belum dapat berbicara dengan lancar, ia akan dipandang sebelah mata oleh lingkungannya.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir. Sejatinya tumbuh kembang setiap anak tidak ada yang sama. Serupa dengan tumbuhan. Pohon apel membutuhkan gizi dan waktu tumbuh yang berbeda dengan pohon pisang. Ayah, Bunda tidak perlu membandingkan cara menumbuhkan pohon apel dengan melihat bagaimana pohon pisang ditanam. Namun, Anda juga perlu ingat kembali, bahwa anak kita harus memiliki suatu kemampuan dasar sesuai dengan usianya.

 

Tahapan Perkembangan Bahasa dari Usia 0 – 3 tahun

Dalam perkembangan bahasa, terdapat tahapan-tahapan komunikasi dan kompetensi otak anak sesuai dengan usianya. Berikut adalah tahapan-tahapan perkembangan bahasa anak:

 

0 – 6 bulan

Bayi pada usia ini jarang sekali bersuara. Namun bukan berarti mereka tidak memahami komunikasi. Pada usia ini, bayi dapat memahami apa yang orang dewasa bicarakan. Ketika kita menyebutkan nama mereka atau bersuara, bayi akan menoleh ke sumber suara.

 

7-12 bulan

Pada umumnya, bayi berusia 7-12 sudah mulai memahami kata-kata sederhana seperti “tidak” atau “jangan”. Pada saat ini mereka menggunakan gestur tubuh untuk berkomunikasi dan dipercaya memiliki kosakata sejumlah satu hingga tiga kata.

 

13-18 bulan

Rentan usia 13-18 bulan anak sudah mulai mengembangkan kosakata yang dimilikinya, yaitu sekitar 10 hingga 20 lebih kata, dan bahkan sudah dapat mulai mengulang kata-kata yang kita sebutkan. Anak juga sudah mulai memahami instruksi sederhana seperti, “angkat topi itu.” Pada usia ini, anak juga dapat mengucapkan kata-kata pertamanya.

 

19-36 bulan

Pada usia 19-24 tahun, kosakata yang dimiliki anak sudah berkembang sebanyak 50 hingga 100 kata. Mereka dapat mulai mengucapkan kalimat-kalimat sederhana. Begitu usia anak menginjak 2 hingga 3 tahun, kosakata anak akan berjumlah 250 kata atau lebih. Anak mulai dapat menanyakan sesuatu, meminta sesuatu, dan mengikuti instruksi yang lebih rinci.

 

Cara Mengajari Anak Berbicara

Agar sang buah hati mampu memiliki kemampuan berbicara yang sesuai dengan tumbuh kembangnya, kita sepatutnya mengajarkan mereka berbicara sejak dini, sejak usia mereka masih di bawah 1 tahun. Tapi bagaimana cara mengajarkan si kecil berbicara jika mereka masih bayi? Mari simak tips cara mengajari anak berbicara dan penjelasannya di bawah ini!

 

Cara mengajari anak berbicara

 

  1. Berbicara dengan anak

Meskipun anak belum dapat membalas ucapan kita, bukan berarti mereka tidak berkomunikasi. Oleh karena itu, sesering mungkin, berbicara dengan sang buah hati. Yang kita bicarakan tentu tidak terbatas, kita bisa menggunakan percakapan pada umumnya, yang mungkin kita pikir kosakatanya terlalu rumit.

 

  1. Sebutkan aktivitas yang sedang Anda lakukan

Tidak hanya sepi tapi seringkali kita tidak tahu apa yang harus dibicarakan ke anak kita. Tapi beruntung anak kita bukanlah seorang pewawancara kerja atau calon partner bisnis, kita bisa mengatakan apa saja. Hal yang paling sederhana adalah menyebutkan aktivitas yang sedang kita lakukan. “Ayah lagi motong kuku kaki, nak. Supaya bersih dan nyaman.” atau “Ibu sedang menyusun pengeluaran keuangan di bulan Mei, nak. Supaya kita bisa mudah mengaturnya.”

 

  1. Namai semua hal secara verbal

Ketika anak sedang makan, main, melihat, menyentuh atau mendengar sesuatu, kita sebutkan semua hal itu secara verbal. Kita dapat menyebutkannya secara berulang-ulang. Lambat laun, hal ini akan menambah kosakata yang mereka miliki.

 

  1. Ajak anak untuk mengulangi apa yang Anda sebutkan

Ketika anak sudah mulai mampu mengucapkan kata-kata sederhana, ajak si kecil untuk mengulangi apa yang sudah kita sebutkan. Mungkin anak hanya akan mengutarakan bunyi yang belum begitu jelas. Tetapi ini menunjukkan bahwa mereka sudah mulai bisa berbicara. Misalnya mereka berkata ‘apeu’ untuk kata ‘apel’.

 

  1. Gunakan apa yang menarik bagi anak

Cara mengajari anak berbicaraAnak dan kamera (sumber unsplash.com)

Buah hati kita bisa jadi memiliki barang atau sesuatu yang menjadi favorit mereka. Kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka. Misal anak kita menyukai buah-buahan. Maka kita kosakata buah, jangan mengenalkan kosakata tentang hewan terlebih dahulu. Akan terasa lebih sulit jika mengajarkan kosakata melalui apa yang tidak mereka sukai.

 

  1. Gunakan musik

Musik merupakan salah satu hal yang disukai oleh semua kalangan karena memiliki nada. Dari sini anak dapat mendapatkan berbagai macam kosakata. Misalnya anak menyukai lagu “Tik Tik Bunyi Hujan”, mereka dapat menyebutkan “tik tik” sebagai salah satu dari kata-kata pertamanya.

 

  1. Gunakan mainan

Bagi anak, mainan merupakan alat yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan daya imajinasi mereka. Seperti mainan yang dapat disusun atau action figure. Kita bisa menyebutkan apa yang sedang anak kita lakukan, misalnya, “Adik menyusun rumah ya? Nanti supaya kita bisa berlindung dari hujan.”

 

  1. Beri waktu jeda

Ketika kita meminta mereka untuk mengulangi kata-kata yang kita ucapkan, suara atau meminta barang dan bertanya, ada baiknya kita terus-menerus melakukan itu. Hal ini dikarenakan daya tangkap bahasa anak lebih lambat daripada kita. Sehingga beri waktu mereka untuk jeda, dan memroses apa baru diterimanya.

 

  1. Bermain dengan memberikan instruksi

Bagi si kecil, bermain merupakan sarana mereka belajar bahasa baru dan kemampuan bersosialisasi. Tentu mereka tidak dapat melakukan hal ini jika bermain sendirian. Ajaklah anak kita untuk bermain bersama kita, agar kita bisa memberi instruksi yang bisa digunakan untuk menambah kosakata anak. Misalnya, “Adik sedang mewarnai ya? Krayon yang adik sedang pegang itu warnanya kuning, dan bentuk yang sedang adik gamabr adalah segitiga.”

 

  1. Kurangi merespon gestur sebagai bentuk bahasa

Cara mengajari anak berbicaraGestur anak (sumber unsplash.com)

Ketika anak sudah mulai berbicara, kurangi merespon dengan gestur. Misalnya anak kita haus dan mereka menunjuk ke arah gelas berisi air. Sebelum kita memberinya minum, kita dapat berkata, “Adik mau apa? Mau minum, ya? Coba bilang ‘minum’.” Ketika mereka berhasil menyebutkannya, kita dapat memberikan minuman itu.

 

  1. Mulai dari satu kata per satu

Tidak perlu terburu-buru. Yang paling penting adalah konsisten. Kita bisa berlari seperti saat ini karena saat kecil kita memulainya sedari belajar tengkurap dan merangkak. Secara perlahan dan konsisten, lambat laun kita dapat berlari kencang. Begitu pula dengan kemampuan berbicara. Mulai dari satu kata per satu.

 

  1. Berbicara dengan semangat

Buah hati tentu senang melihat orang tuanya memberikan ekspresi bahagia. Dengan begitu, jika kita ingin menambahkan kosakata anak, gunakan ekspresi wajah, gestur dan suara yang penuh dengan semangat. Jika anak senang, maka mereka dapat lebih mudah mempelajari apa yang kita berikan.

 

  1. Bertindak konyol

Kembalikanlah jiwa anak kecil ke dalam diri kita. Hal ini dapat membuat anak menjadi lebih senang karena mereka seakan sedang bermain dengan teman seusianya. Misalnya bermain lompat-lompat di atas ubin yang berbeda warna untuk “menghindari lava”. Kita bisa menambahkan kosakata di dalamnya. Misalnya, “Aduh panas kalau menginjak ubin yang berwarna putih!”

 

  1. Berbicara perlahan, tapi bukan baby talk

Kita seringkali lupa bahwa berbicara kepada anak seharusnya tidak perlu buru-buru dan menggunakan baby talk. Maksudnya adalah kita harus mengucapkan kata-kata secara perlahan dan jelas. Misalnya, “Ibu pergi ke pasar.” bukan, “Ibbuw pelgi ke pasaww..”

 

  1. Membacakan buku setiap hari

Cara mengajari anak berbicaraOrang tua membacakan buku (sumber unsplash.com)

Buku merupakan salah satu alat yang efektif untuk mengajarkan anak berbicara. Di dalam buku, terutama buku anak, terdapat berbagai macam kosakata. Bahkan untuk lebih memudahkan anak berbicara, kata-kata di dalam buku anak dirancang untuk memiliki rima. Dalam sebuah penelitian di tahun 2019, membaca satu buku setiap hari bisa mengenalkan anak ke 1,4 juta kata lebih banyak daripada anak-anak yang tidak dibacakan buku hingga masuk ke TK.

 

  1. Batasi penggunaan dot

Penggunaan dot yang lama tentu dapat mengurangi waktu anak belajar berbicara. Hal ini dikarenakan mulut mereka tertutupi oleh dot, sehingga mereka tidak mampu untuk berlatih mengucapkan kata-kata yang sedang dipelajarinya. Jika memang dibutuhkan penggunaan dot, sebaiknya gunakan ketika mereka sedang tidur.

 

  1. Batasi hal yang berhubungan dengan gadget

Pada dasarnya, belajar berbicara adalah aktivitas dua arah antara si kecil dengan lingkungannya. Jika anak hanya menonton TV, melihat video di youtube atau aplikasi lainnya di gadget, alur komunikasinya tidak dua arah. Anak hanya menerima apa yang sedang ia lihat dan dengar. Oleh karena itu, kita sebaiknya membatasi penggunaan teknologi ketika anak sedang ada di tahap belajar berbicara.

 

  1. Gunakan gerakan

Gerakan tentunya dapat membuat anak ingin berteriak kegirangan, misalnya melompat-lompat atau berlari. Ketika mereka sedang melakukan aktivitas fisik, ajak mereka untuk mengucapkan kata-kata yang sudah dipelajarinya, atau membunyikan suara binatang sesuai dengan gerakan yang sedang mereka lakukan. Atau bahkan bisa ajak mereka bernyanyi.

 

  1. Bersosialisasi

Selain berbicara dengan orang tuanya, ajak sang buah hati untuk pergi ke taman bermain atau ke tetangga agar ia bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya. Dengan ini mereka akan mengaplikasikan kemampuan berbicara yang sudah mereka pelajari di rumahnya. Selain itu, setiap anak memiliki pendekatan belajar yang berbeda, jika anak kita di rumah belajar tentang kosakata binatang, kemudian teman mainnya belajar tentang kosakata kendaraan, jumlah kata dalam otak si kecil akan bertambah.

 

  1. Lengkapi ucapan anak

Cara mengajari anak berbicaraBerbicara dengan bayi (sumber unsplash.com)

Pada tahapan tertentu meski anak sudah mampu mengucapkan kalimat sederhana, tidak jarang kalimat itu tidak lengkap atau bahkan mereka hanya mengucapkan satu kata saja. Misal, anak menyebutkan “baju!” Kita dapat melengkapinya dengan, “Iya, nak, itu baju ayah.” Atau anak mengucapkan, “Susu”, kita bisa membalasnya dengan, “Oh, kamu mau susu ya, nak.”

 

  1. Beri pujian dan motivasi

Memberi pujian kepada anak setiap pencapaian kecil mereka dapatkan akan membuat sang buah hati merasa bahagia. Hal ini dapat membuat mereka lebih termotivasi untuk melakukan apa yang kita minta. Ketika mereka mengucapkan sebuah kata hari ini, kita bisa memberi pujian atau memeluk mereka. Lalu beberapa hari kemudian jika jumlah kata yang diucapkan bertambah, kita dapat melakukan apresiasi yang serupa.

 

  1. Gunakan bahasa isyarat

Ketika anak mengekspresikan sesuatu, pastikan mereka menyampaikan dengan cara yang tidak membuatnya frustasi. Bisa jadi anak kita belum mampu untuk mengucapkan kata-kata dengan lancar. Sebagai gantinya, kita bisa menggunakan bahasa isyarat. Tentu kita atau anak kita tidak perlu mahir menggunakan bahasa isyarat. Hal ini hanya sebagai alat untuk mereka jika kesulitan mengucapkan sesuatu. Dengan demikian, anak dapat lebih percaya diri untuk mengkomunikasikan sesuatu dan dapat mempermudah mengajar anak berbicara.

 

  1. Beri anak Anda pilihan

Dengan memberi anak pilihan, mereka akan mengaplikasikan kosakata yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Misal, si kecil sedang mewarnai, lalu kita memegang krayon. Kita dapat memberi mereka pilihan seperti, “Adik mau menggunakan krayon warna merah atau warna hijau?” Jika anak kita menunjuk atau menggunakan gestur sebagai jawabannya, ajak mereka untuk mengucapkan apa yang mereka inginkan.

Demikianlah tips cara mengajari anak berbicara, mulai dari usia 0-36 bulan. Perlu kita ingat kembali bahwa mengajari anak berbicara bukanlah perkara yang mudah. Namun, kita perlu tanamkan dalam hati bahwa, si kecil belajar melalui proses. Jika hari ini atau esok dirinya belum mahir berbicara, bukan berarti ia akan menjadi seseorang yang tidak akan berbicara sama sekali.

Lakukan pernapasan dalam agar menenangkan diri dari kekhawatiran, lalu mulai dengan wajah yang ceria, perasaan bahagia dan semangat dalam mengajari anak berbicara. Oh iya, Anda kali ini bisa mendaftarkan sang buah hati ke Kursus Ruangguru For Kids, yaitu kursus online yang bisa membantu mengasah kemampuan kognitif anak dengan metode belajar yang menarik dan kreatif. Ayah, Bunda bisa coba trial class-nya dengan mengklik banner berikut ini. Ayo coba sekarang juga!

Daftar Kursus Ruangguru

 

Referensi

 

Higuera, Valencia. 2020. How to Teach Your Toddler to Talk. Teaching Littles. (online) https://www.healthline.com/health/how-to-teach-toddler-to-talk#concerns [accessed 20 May 2022]

Labuz, Marissa. 2020.  21 Tips to Teach Your Toddler to Talk and Develop Language. (online at) https://www.teachinglittles.com/teach-your-toddler-to-talk-language/ [accessed 26 May 2022]

Sumber Foto:

Gestur anak (online): https://unsplash.com/photos/YtvItJoIREk [accessed 25 May 2022]

Anak dan kamera (online): https://unsplash.com/photos/GagC07wVvck [accessed 25 May 2022]

Orang tua membacakan buku (online): https://unsplash.com/photos/EQlTyDZRx7U [accessed 25 May 2022]

Berbicara dengan bayi (online): https://unsplash.com/photos/hOiDpAZ8Pok [accessed 25 May 2022]

 

<

About mukhlis.net

blogging and sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.