<

Bener Nih Masak Masak Doang?

[ad_1]

Jurusan Ilmu Gizi

Artikel ini mengulas tentang jurusan ilmu gizi. Mulai dari mata kuliah yang dipelajari, kampus mana yang memiliki jurusan ini, serta prospek kerja di masa depan

Bagi sebagian orang, memilih jurusan kuliah adalah tentang memilih ilmu yang bisa digunakan di masa depan. Kalau kamu kepikiran masuk ke jurusan yang ilmunya pasti kepakai walaupun kamu nggak kerja di kantoran, jurusan ilmu gizi bisa jadi salah satu pilihannya.

Ya, di tulisan ini kita akan mengulik kayak apa, sih, jurusan ilmu gizi? Kalau kamu tanya ke orang secara acak, pasti banyak yang menganggap jurusan ini “cewek banget”. Soalnya, jurusan ini identik dengan mereka yang demen masak. Namanya masak, pasti kepake dong ilmu untuk berumah tangga (mantapz).

Tapi, apa benar pandangan orang-orang terhadap jurusan ini?

Faktanya, stereotip itu bisa benar, dan bisa salah.

Yuk, kita lihat informasi lengkap seputar jurusan ilmu gizi berikut ini.

 

Mengenal Jurusan Ilmu Gizi

Seperti nama jurusannya, tentu kamu bakal banyak mempelajari masalah gizi. Kamu akan mengecek hubungan makanan dan minuman dengan kesehatan dan penyakit tubuh. Spesifiknya, sih, yang berkaitan langsung sama nutrisi atau kebutuhan dasar kita. 

Di jurusan ini kamu akan belajar tentang hubungan antara pertumbuhan manusia, produktivitas, serta kualitas kesehatan tubuh. Selain itu, kamu juga akan dibekali ilmu tentang berbagai jenis penyakit, ilmu dasar patofisiologi serta anatomi tubuh manusia dan kaitannya dengan interaksi makanan, organ tubuh, obat-obatan, dan fitokimia.

Saking luasnya pengetahuan yang akan kamu pelajari, ilmu gizi juga berkaitan dengan ilmu lainnya seperti psikologi, mikrobiologi, kimia pangan, biokimia, agronomi, peternakan, sosiologi, hingga ekonomi. See? Nggak hanya belajar bidang ilmu science aja, kamu juga akan belajar ilmu sosial. Luas banget ‘kan?

Baca juga: Passion di Bidang Makanan? 7 Jurusan Ini Bisa Kamu Pilih

 

Mata Kuliah Jurusan Ilmu Gizi

Di awal perkuliahan, kamu akan belajar segala yang dasar-dasar. Mulai dari ilmu gizi dasar, kimia dasar (hmm anak tabel periodik mana suaranya?!), juga belajar cara menghitung kalori dan bagaimana makanan diproses oleh metabolisme tubuh.

Berhubung jurusan ini berada di fakultas yang berbeda-beda tiap kampusnya, kamu jangan sampai salah. Di Universitas Gajah Mada atau Universitas Diponegoro, misalnya, yang masuk ke ranah Fakultas Kedokteran. Ilmu gizi di sana lebih menitikberatkan pada ilmu gizi klinis. Kamu bakalan mencari tahu bagaimana diet yang bagus untuk kesehatan. Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh pasien diabetes, atau jantung, atau diet untuk menurunkan berat badan, atau untuk atlet, atau bahkan untuk mereka yang berniat meningkatkan berat badan.

Namanya juga kedokteran. Kamu bakal belajar soal patofisiologis (mengecek gimana sih asal mula penyakit bisa ada di tubuh). Tujuannya, ya, buat cari tahu apa efek makanan yang dikonsumsi dengan penyakit tadi. Biar nggak salah makan.

Materi ini, sih, sebetulnya bakalan dipelajarin di semua kampus. Tapi beda porsinya aja. Kayak misalnya, di IPB, yang masuk ke Fakultas Ekologi Manusia. Di sana, angle yang diambil lebih ke manajemen pelayanan makanan. Jadi, ya, materi gizi klinisnya cuma dikit meski tetap harus dipelajarin. Atau di Universitas Indonesia yang masuk di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Bakal lebih nyari tahu soal gimana nutrisi dan gizi yang baik buat masyarakat.

“Mau tau mata kuliahnya dong.” 

Oke, coba lihat beberapa mata kuliah di jurusan Ilmu Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) berikut ini.

  • Anatomi
  • Biologi sel dan molekuler
  • Kimia gizi
  • Gizi dasar
  • Ilmu bahan makanan
  • Analisis zat gizi
  • Fisiologi
  • Metabolisme gizi makro
  • Sosiologi dan antropologi
  • Ilmu kesehatan masyarakat
  • Imunologi gizi
  • Metabolisme gizi mikro
  • Penilaian status gizi (antropometri, biokimia, fisik-klinis)
  • Gizi kuliner
  • Psikologi
  • Biostatistik
  • Mikrobiologi makanan
  • Dasar gizi olahraga
  • Manajemen program gizi
  • Manajemen gizi dalam bencana
  • dan sebagainya

 

Kampus dengan Jurusan Ilmu Gizi

kampus dengan Jurusan Ilmu Gizi

Pertanyaannya, kenapa, sih, ilmu gizi bisa masuk ke fakultas macem-macem?

Jawabannya, ya, karena ilmu gizi itu spektrumnya luas. Bakal bisa dipakai di mana-mana. Makanya, sejak awal kamu gak boleh salah pilih. Harus teliti nyari tahu jurusan ilmu gizi yang kamu mau ada di fakultas apa. Biar begitu masuk, yang kamu pelajarin sesuai sama ekspektasinya.

Nggak cuma belajar teori, kamu juga bakalan langsung turun ke dapur buat masak si makanan. Cari tahu gimana cara mengekstrak bumbu-bumbu dapur dari bentuk awal jadi bubuk. Atau cara bikin eskrim. Hayo, buat yang demen masak, mulai tertarik gak nih?

Serunya juga kita bakalan nyoba sesuatu bernama gizi kuliner. Kamu bakalan nyobain makanan kuliner khas berbagai daerah, lalu nyari tahu, deh, kandungan gizi yang ada di sana.

 

Stereotip Jurusan Ilmu Gizi

Entah kenapa, jurusan ini memang lebih diminati oleh perempuan. Mungkin dalam satu kelas, hanya 10% laki-lakinya. Di jurusan ini kamu juga benaran akan belajar masak. 

“Hah, masak resep-resep gitu?”

Nggak cuma belajar teori, kamu juga bakalan langsung turun ke dapur buat masak si makanan. Cari tahu gimana cara mengekstrak bumbu-bumbu dapur dari bentuk awal jadi bubuk. Atau cara bikin eskrim. Hayo, buat yang demen masak, mulai tertarik gak nih?

Jadi, sebagai ahli gizi kamu harus paham takaran saji dalam setiap jenis makanan. Setelah itu, kamu harus tahu  bagaimana cara mengolah makanan tersebut dengan baik dan benar sesuai dengan nutrisi yang harus dipenuhi, seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak.

Serunya juga kita bakalan nyoba sesuatu bernama gizi kuliner. Kamu bakalan nyobain makanan kuliner khas berbagai daerah, lalu nyari tahu, deh, kandungan gizi yang ada di sana.

Keahlian memasak ini juga penting untuk kamu membantu para ibu yang memiliki anak, lho. Kamu dapat memberi saran dan rekomendasi makanan yang harus dipenuhi agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, serta bebas stunting. Gimana, jurusan ilmu gizi nggak cuman cocok buat perempuan ‘kan? Laki-laki juga bisa!

Baca juga: Bedah Jurusan Komputer | Bedanya Sistem Informasi dan Teknik Informatika

 

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Gizi

Setelah lulus dari ilmu gizi, kamu bakalan mendapat gelar SGz. Oke, pada mulanya, orang lain yang nggak paham banget pasti bakal “nuduh” kamu yang belajar ilmu gizi sebagai mereka yang bakal kerja di puskesmas atau menjadi penyuluh.

Bener, sih, tapi nggak itu doang keleus.

Banyak banget prospek kerja menjanjikan yang bisa kamu ambil. Mulai dari bekerja di rumah sakit (instalasi gizi), menjadi konsultan gizi, BPOM, dosen/pengajar. Perusahaan-perusaan yang bergerak di food industry juga bisa kayak Nestle atau Indofood. Di situ, sih, kamu cocok jadi manager quality control.

prospek kerja lulusan Jurusan Ilmu Gizi

Atau masuk ke kementrian kesehatan juga bisa. NGO (NonGoverment Organization) yang menangani masalah makanan kayak WHO apalagi. Peluangnya gede, cuy!

Mau ngembangin usaha sendiri? Bisa banget! Apalagi zaman sekarang masyarakat lagi senang-senangnya melakukan gerakan pola hidup sehat. Bukan nggak mungkin kamu buka katering makanan sehat versi kamu. Toh, kamu punya ilmunya. Lucu kaaan?.

Nah, sebetulnya cukup luas kan prospek kerja jurusan ilmu gizi. Semoga setelah baca artikel ini pikiran kamu jadi lebih terbuka. Kamu yang ragu-ragu, jadi bisa mutusin, benaran pengin ambil atau nggak dan bisa milih kampus yang sesuai ya. Tentunya, biar bisa diterima di kampus impian, kamu perlu pelajarin materi-materi SMA dulu dong. Coba asah lagi kemampuanmu lewat ruangbelajar. Apalagi ditemani Master Teacher yang udah berpengalaman, mudah-mudahan jurusan yang kamu mau jadi tercapai ya!

ruangbelajar

Referensi:

Mata Kuliah Jurusan Ilmu Gizi [daring]. Tautan: https://gizikesehatan.ugm.ac.id/matakuliah/ (Diakses: 28 Maret 2022)

Jurusan Ilmu Gizi [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/pendidikan/jurusan-ilmu-gizi/ (Diakses: 28 Maret 2022)

[ad_2]
<

About mukhlis.net

blogging and sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.