Home / Iseng / Cinta Kopi dan Garam
Cinta kopi dan garam

Cinta Kopi dan Garam

Cinta kopi dan garamSore-sore sambil nunggu waktu maghrib tiba-tiba terlintas secangkir kopi.  Kebetulan sedang merindukan minum kopi (akhir-akhir ini lagi dikurangin… he..he.. ) Ok deh malah kemana-mana. Yuk simak bagaimana “Cinta Kopi dan Garam

Suatu ketika ada pesta raya di sebuah kota kecil, tentu pemuda dan pemudi sangat bergembira menyambutnya. termasuk gadis cantik di kota itu. Ia bersama dengan teman-temannya menuju pesta tadi, tentu para pemuda tidak ketinggalan. Sudah menjadi kewajaran dalam pesta dijadikan ajang untuk mencari “yang cocok”. banyak pemuda yang mendekati gadis cantik tadi, namun tidak sedikit juga yang malu untuk mendekati karena kecantikannya.

Wajah pemuda ini pas-pasan dan dari sisi finansial dia juga tidak begitu kaya. namun karena perasaannya kepada gadis cantik tadi, selepas pesta ia memberanikan diri jalan-jalan dan sekedar mencari minuman hangat. Singkat cerita mereka menemukan sebuah kedai kopi.

Dikedai kopi mereka memesan kopi dan beberapa makanan kecil canggung, bingung dan serba salah. Tentu mereka berdua merasakannya karena ini adalah kali pertama mereka bertemu. Sang gadis bingung harus memulai dari mana pembicaraan. Apa lagi sang pemuda, ia terdiam bahkan keringat panas dingin keluar dari dahinya…

dalam suasana serba salah tidak lama kemudian……

Pemuda tadi memanggil pelayan, “Mas bisa minta garam?!” kata pemuda tadi. tentu semua pelayan aneh, dan tatapan heran meyerbu pemuda tadi terlebih si gadis yang bengong mendengar permintaan pemuda tadi.

Gadis : “Kamu aneh ya?, Kopi kok di campur garam”
Pemuda : “tidak, saya tidak aneh dan itu adalah biasa bagi saya.”
Pemuda : saya berasal dari daerah pantai, tentu pantai akan identik dengan rasa garam. Asin.!
Pemuda : .. hmmmm… saat malam seperti ini, menikmati secangkir kopi, bintang dan angin yang berhembus mengingatkaku pada kempung halamanku.
Pemuda : saat kopi ini dicampur dengan garam maka itu semakin membawaku ke kampung halamanku. Kopi yang aku campur dengan garam inirasanya tetap enak, dan kerinduanku seolah terobati.

Mendengar penjelasan pemuda tadi, sang gadis tidak canggung lagi. Ia berpikir pemuda begitu hebatnya menahan kerinduan. Ia bisa menuangkan kerinduan kepada desanya dengan sesuatu yang tidak lazim baginya. maka dia pun percaya pemuda ini akan selalu merindukan keluarganya nanti jika pada saatnya.

Singkat cerita mereka berdua tidak canggung malah selalu ada obrolan yang mengalir. dan semakin dekat.  hingga pada saatnya sang pemuda tadi mengungkapkan perasaanya kepada sang gadis, dengan semangat yang gadis simpulkan saat pertama jalan dengan pemuda tadi, sang gadis pun menyambut perasaan sang pemuda tadi dengan senyum yang sangat manis.

Hingga pada akhirnya mereka menikah dan menjalni rumah tangga dengan penuh kasih sayang penuh dengan keharmonisan. Namun Tuhan berkendak lain. Sang pemuda tadi sakit keras hingga akhirnya meninggal, sebelum meninggal ia menuliskan surat untuk gadis tadi, istrinya yang ia kasihi dan sayangi…

Dalam surat itu…

Dindaku
Maafkan aku, karena selama ini aku berbohong
masih ingatkah engkau tentang garam yang kuminta saat kita minum kopi? Aku bilang bahwa kopi itu menjadi enak dan menngobati rasa rnduku
Semuanya bohong….. Bohonggg……
(tentu air mata sang gadis membasahi kertas itu)
Kopi itu rasanya tak enak, ingin rasanya aku muntah meminumnya, namun aku tak bisa mengatakannya. Karena aku tahu. Jika aku jujur kepadamu maka kau akan lebih marah dan pergi.
(semakin deras air mata sang gadis)
Namunn.. aku sudah terlanjur mengatakan enak, maka aku tak mau kau kecewa.. karena aku sangat mencintaimu.
dan kini, jika aku sudah tidak bisa menemanimu.. kiranya engkau memaafkanku.. maaf tentang kopi itu, aku berbohong kepadamu.. dan tentang kerinduanku pada kampung halamanku..

hal itu aku lakukan karena aku mencintamu…

#terima kasih

About mukhlis

orang dari kampung (cah ndeso), cuma bisa nulis yang ngasal. Mencoba menjadi guru baik dan bermanfaat. Melalui blog cupu ini kutuangkan pengalaman, ide dan hiruk pikuknya pikiran dan perasaan aku. Senang jika anda mau sharing dengan saya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by themekiller.com