Kedatangan NICA di Indonesia | Sejarah Kelas 8

Kedatangan NICA di Indonesia | Sejarah Kelas 8

Artikel Sejarah kelas 8 ini menjelaskan tentang kedatangan NICA di Indonesia. Seperti kata Bung Karno, “Jas Merah” Jangan sekali-kali melupakan sejarah, mari kita belajar sejarah hari ini!

Sebelum kita mulai artikel ini, apakah kamu sudah baca artikel tentang AFNEI? Pada artikel tersebut diceritakan bagaimana awal kedatangan AFNEI di Indonesia. Namun ternyata kedatangan AFNEI diboncengi atau diikuti oleh pasukan NICA, maka terjadilah perselisihan antara AFNEI dan pemerintah Indonesia. Memangnya ada apa ya dengan kedatangan NICA? Mending kita cari tahu sekarang yuk! 

 

Apa itu NICA?

Jadi singkat cerita, dulu ketika Jepang datang dan mulai menduduki Indonesia, orang-orang Belanda lantas melarikan diri ke Australia. Ternyata, orang Belanda yang pindah kesana membentuk badan pemerintahan sementara. 

Badan tersebut bernama NICA, singkatan dari Netherland Indies Civil Administration yang disiapkan untuk menguasai Hindia Belanda kembali jika Jepang menyerah. Hmm masih belum move on ya~

NICA dibentuk tanggal 3 April 1944 di Australia. NICA adalah badan yang bertugas sebagai penghubung antara Pemerintah Kolonial Belanda di pengasingan dengan Komando Tertinggi Sekutu di Pasifik.

Kemudian, H.J. Van Mook dari pemerintah Belanda serta Panglima tertinggi pasukan sekutu pada perang dunia 2 Jenderal Douglas MacArthur dari tentara Amerika Serikat, menyepakati bahwa jika nanti Hindia Belanda berhasil direbut oleh pasukan sekutu, maka Hindia Belanda akan diserahkan kepada pemerintahan sipil NICA.

Baca juga: Kehidupan Masyarakat pada Masa Penjajahan Kolonial dan Jepang

pasukan NICAPasukan NICA (Netherland Indies Civil Administration) (Sumber: tirto.com)

 

Tujuan Kedatangan NICA

Kalian tau nggak guys? Pasukan sekutu kembali lagi masuk di Indonesia pada 29 September 1945 untuk melucuti Jepang. Kedatangan sekutu di indonesia dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Nah, kedatangan mereka disambut kembali dengan sikap terbuka oleh masyarakat Indonesia pada waktu itu. 

Hadirnya pasukan sekutu dianggap membawa perdamaian bagi rakyat Indonesia, setelah melalui penderitaan dibawah penjajahan Jepang. Namun, setelah kemudian diketahui bahwa kedatangan sekutu diboncengi oleh NICA, maka respon masyarakat Indonesia langsung berubah menjadi tidak baik. 

Tentunya pada saat itu rakyat Indonesia mengetahui, bahwa maksud dan tujuan tujuan kedatangan  NICA di Indonesia adalah untuk menegakkan kembali kekuasaan kolonial Belanda di bumi Nusantara.

Rangkuman kedatangan NICA di Indonesia

Baca juga: Yuk, Kenali 6 Organisasi Pergerakan Indonesia

 

NICA Mempersenjatai Tawanan

Pada waktu itu, NICA yang dipimpin oleh Van der Plas dan Van Mook berusaha mempersenjatai kembali Koninklijk Nederlands Indisch Leger atau biasa disebut KNIL, yaitu Tentara Kerajaan Belanda yang ditahan oleh pasukan Jepang di Indonesia. 

Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengadakan provokasi sehingga memancing kerusuhan. Selain itu, pasukan NICA pun sering melakukan teror kepada pemimpin-pemimpin dan masyarakat Indonesia. Hal ini pun membuat marah masyarakat Indonesia yang ingin mempertahankan kemerdekaan.

 

by the way, masuk ke pembahasan selanjutnya, kamu sering punya kesulitan nggak nih saat belajar? Udah coba fokus, tapi susah paham? Mungkin kamu bisa coba cara belajar yang baru lewat fitur ADAPTO di ruangbelajar! Fitur ini bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajarmu. Nah, pembahasan tentang NICA maupun materi sejarah lainnya, juga sudah dilengkapi dengan fitur Adapto, lho! Jadi, jangan lupa cobain di aplikasi Ruangguru, ya!

New call-to-action

 

Terus, kenapa NICA mempersenjatai tawanan perang (KNIL)? Seperti yang kita ketahui, alasan utama kedatangan pasukan sekutu di Indonesia, antara lain:

  1. Melucuti persenjataan, dan memulangkan kembali tentara Jepang dari Indonesia.
  2. Membebaskan warga Belanda maupun Eropa yang menjadi tawanan perang, pada masa pendudukan Jepang. 
  3. Memulihkan segala situasi baik pemerintahan, dan kestabilan bagi Indonesia, agar Belanda dapat menguasai kembali bekas kawasan jajahannya itu. 

Nah, dari sinilah motif tersebut muncul, sekutu mulai mencoba untuk menguasai kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Hal ini agar upaya pemulangan para tawanan baik dari Jepang maupun Belanda lebih mudah, karena wilayah tersebut merupakan kota kunci di Indonesia.

Bangsa Indonesia kemudian berjuang dengan cara diplomasi serta kekuatan senjata untuk melawan Belanda. Konflik antara Indonesia dengan Belanda ini akhirnya melibatkan dunia internasional untuk menyelesaikannya.

Saat itu pemerintah kita bersikeras menentang kehadiran staf NICA dan juga penggunaan nama Hindia Belanda dalam lembaga tersebut (Netherland Indies artinya Hindia Belanda). 

Akhirnya Januari 1946, NICA diubah menjadi Allied Military Administration-Civil Affairs Branch (AMACAB) yang merupakan Bagian Administrasi Sipil Tentara Sekutu. Setelah Inggris meninggalkan Indonesia dan pembubaran SEAC pada Juni 1946, namanya kembali diganti menjadi Tijdelijke Bestuursdienst atau Pemerintahan Administratif Sementara.

Baca juga: Mengenal Perjanjian Renville

 

Tentara NICA benci kalimat merdeka

Baiklah, dari peristiwa tersebut, ternyata setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, tidak lantas membuat Indonesia terlepas dari upaya-upaya penjajahan ya! 

Masih banyak upaya yang dilakukan oleh Belanda untuk kembali merusak kedaulatan Indonesia. Diantaranya seperti usaha melucuti para pejuang Indonesia, memecah belah Indonesia dengan membentuk negara federal, dan yang terakhir melalui serangan agresi militer di negara kita.

Jika kamu ingin mempelajari kembali tentang hal-hal itu, bisa banget coba simak sejarahnya melalui video beranimasi di ruangbelajar. Yuk download aplikasi Ruangguru, ya!

ruangbelajar

Referensi:

AM, Sardiman. (2017) Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 2. Jakarta: Kemendikbud RI.

Sumber foto:

Foto Pasukan NICA (Netherland Indies Civil Administration) [daring]. Tautan: https://tirto.id/nica-bx7S (Diakses: 26 Oktober 2020)

 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Rabia Edra,  diperbarui oleh Leo Bisma pada 31 Maret 2022.

 

About mukhlis.net

blogging and sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.