<

Kenali Bidang dan Penerapan Fungsi Manajemen

[ad_1]

Bidang dan Penerapan Fungsi Manajemen

Artikel ini membahas tentang bidang manajemen dan penerapan fungsi manajemen dalam rangka penyelenggaraan pentas seni di sekolah.

Menjelang tahun ajaran baru atau semester baru, atau kalau ada anniversary sekolah nih, seringkali sekolah-sekolah ngadain pensi alias pentas seni. Kegiatannya banyak, ada festival band, pameran seni, lomba antarkelas, bahkan antarsekolah. Seringkali pensi jadi tolak ukur eksistensi sebuah sekolah. Makin sukses dan keren pensinya, makin tinggi eksistensi sekolah tersebut.

Selain karena prestasinya, nggak jarang lho pensi yang sukses dan keren jadi magnet calon siswa-siswi buat masuk ke sekolah itu. Tapi, pensi yang sukses dan keren itu nggak bisa dibikin secara sembarangan. Diperlukan manajemen yang baik di setiap bidang dari organisasi yang menyelenggarakannya.

Sebelumnya kan kamu udah belajar prinsip dan fungsi manajemen. Sekarang, yuk kenali dulu berbagai bidang manajemen. Terus baru deh kita cari tahu, gimana sih penerapan fungsi manajemen supaya pensi sekolahmu sukses besar?

 

Bidang Manajemen

Dalam aktivitas manajemen terdapat beberapa bidang manajemen yang memiliki wewenang dan tugas masing-masing. Apa aja tuh?

1. Manajemen Produksi

Kamu masih ingat apa aja fungsi manajemen? Ingat POAC! Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan). Nah, bidang manajemen produksi melaksanakan berbagai fungsi manajemen tersebut, termasuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber daya. Apa aja sumber dayanya? Bahan, alat, sumber daya manusia, dan modal. Tujuannya, untuk menciptakan efisiensi dalam proses produksi.

 

2. Manajemen Pemasaran

Menurut pakar marketing dari Amerika Serikat, Philip Kotler, manajemen pemasaran adalah penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang menimbulkan pertukaran di pasar untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler dan Keller: 2008).

Terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemasaran, yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat/lokasi (place). Keempat aspek tersebut disebut dikenal sebagai bauran pemasaran (marketing mix).

bauran pemasaran (marketing mix)

Tapi, kamu tahu ngga? Saat ini, bauran pemasaran mengalami perkembangan dari 4P menjadi 7P. Karena beberapa ahli menyatakan untuk pemasaran jasa 4P saja tidak cukup. Jadi perlu ditambah 3P, yaitu proses (process), karyawan (people), dan bukti fisik (physical evidence).

 

3. Manajemen Keuangan

Bidang manajemen keuangan berkaitan dengan aktivitas merencanakan, mendapatkan, menganalisis, mengalokasikan, dan mengendalikan keuangan organisasi atau perusahaan. Tujuannya untuk membantu perusahaan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, mengefisienkan keuangan, menyediakan dana operasional jangka pendek dan panjang, serta memberikan perlindungan terhadap penyelenggaraan keuangan.

 

4. Manajemen Personalia

Manajemen personalia atau manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dalam hal pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan SDM secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Dengan adanya bidang manajemen personalia, diharapkan suatu organisasi atau perusahaan mampu mendapatkan SDM yang berkualitas, meningkatkan kemampuan kerja para pegawai, serta menciptakan hubungan kerja yang baik antar pegawai, baik secara vertikal maupun horizontal.

 

5. Manajemen Administrasi

Nah, kalau manajemen ini, berkaitan dengan penyusunan, pengaturan, dan pengorganisasian agar mampu memberikan informasi layanan administrasi. Jadi, manajemen administrasi ini sangat memengaruhi kelancaran pada divisi lainnya dan juga kerap kali dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam mengambil suatu kebijakan.

Baca Juga: Apple Pernah Hampir Bangkrut, Apakah Prinsip dan Fungsi Manajemennya Salah?

Dalam konteks mengadakan pensi, biasanya dilaksanakan oleh kepanitiaan dari OSIS dan perwakilan kelas. Berbagai bidang manajemen di atas pun diterapkan lho. Tapi mungkin kamu lebih mengenalnya dengan sebutan ketua pelaksana, bendahara, sekretaris, serta seksi-seksi bidang seperti humas, perlengkapan, acara, dan lainnya. Pada dasarnya segala bidang manajemen yang dibutuhkan akan dibentuk untuk menciptakan pensi yang sukses dan tentu saja… keren!

 

Penerapan Fungsi Manajemen

Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, pensi yang sukses dan keren itu nggak bisa dibikin secara sembarangan. Lantas, gimana sih contoh penerapan fungsi manajemen dalam rangka mengadakan pensi di sekolah?

Merujuk pada fungsi manajemen menurut George Terry yaitu POAC; Planning (perencenaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan), yuk, kita lihat bagaimana Bani dan kawan-kawan menerapkan fungsi manajemen tersebut dalam menyelenggarakan pensi di sekolahnya.

 

1. Planning (perencanaan)

Dalam rangka hari jadi sekolah yang ke-35, SMA Sirogu akan mengadakan pensi. Ketua pelaksananya adalah Bani. Bani merupakan koordinator bidang seni di OSIS SMA Sirogu. Sebagai ketua pelaksana, ia bersama sesama anggota OSIS dan beberapa perwakilan kelas mengadakan rapat perencanaan pelaksanaan pentas seni.

Dalam rapat tersebut, mereka memulai dengan menetapkan tujuan pentas seni, kemudian menghimpun ide dan konsep dari peserta rapat. Tidak lupa mereka mengidentifikasi segala kemungkinan, berupa kemudahan dan hambatan jika konsep dieksekusi nantinya. Setelah konsep dasar didapatkan, mereka mengembangkan rencana atau konsep dasar tersebut dalam serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan pentas seni. Tidak lupa mereka juga membahas sumber dana serta rencana anggaran. Hal penting lainnya yang juga didiskusikan, yaitu merencanakan target sasaran dan media promosinya.

Setelah mengadakan rapat, Bani dan beberapa perwakilan panitia mengomunikasikannya kepada pihak Pembina OSIS dan Kepala Sekolah. Tujuannya, agar antara pihak OSIS dan sekolah memiliki kesamaan tujuan dan menghindari miss communication di antara kedua pihak. Karena perencanaan pensi dari Bani dkk sudah diterima, mereka pun membuat proposal kegiatan.

pedoman perencanaan yang baik

 

2. Organizing (pengorganisasian)

Berdasarkan hasil diskusi, Bani kemudian menempatkan orang sesuai kemampuan dan keahlian dalam bidangnya. Diusahakan setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing, alias tidak tumpang tindih tugas. Takutnya, dia jadi nggak fokus dengan tugasnya karena harus mengerjakan tugas-tugas lainnya. Struktur organisasi dan kepanitiaan yang disusun pun harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya, ada ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi bidang seperti seksi acara, humas, dekorasi, konsumsi, dan perlengkapan. Masing-masing seksi bidang dikoordinir oleh 1 koordinator. Kalau kamu mau mengadakan pensi, seksi-seksinya tidak terpaku dengan yang ini ya. Disesuaikan dengan kebutuhan organisasi atau kepanitiaan. Oh iya, karena pihak sekolah tidak memiliki perlengkapan band dan lighting yang standar, sehingga dalam pelaksanaanya memerlukan bantuan vendor. Begitu juga dengan kebutuhan konsumsi pada saat acara.

 

3. Actuating (penggerakan)

Sebagai ketua pelaksana, Bani melakukan penggerakan berupa pembagian kerja yang jelas berdasarkan struktur organisasi atau kepanitiaan pensi yang telah disepakati. Ia juga harus mampu memimpin dan mengarahkan anggotanya dengan jelas, memanfaatkan waktu secara efektif, serta mengatur dana secara efisien. Tidak hanya menggerakan, ia juga harus menghargai dan mampu memberikan motivasi, sehingga seluruh panitia bertugas dengan ikhlas dan maksimal. Seseorang yang dapat menggerakkan orang di bawah kepemimpinannya berarti ia dapat menjalankan fungsi manajemen, sehingga tujuan kegiatan dapat terwujud.

 

4. Controlling (pengawasan)

Dalam pelaksanaanya, Bani bersama seluruh koordinator seksi bidang melaksanakan fungsi pengawasan berupa evaluasi kinerja dari setiap panitia. Dalam evaluasi juga akan dinilai apakah pelaksanaan pentas seni sudah sesuai standar atau mencapai tujuan. Pada tahap pengawasan, seringkali Bani dan para koordinator juga mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan kegiatan keep on track.

Bahkan di akhir kegiatan, fungsi pengawasan masih terus berjalan. Biasanya evaluasi menyeluruh ini dilakukan saat rapat pembubaran panitia. Tujuannya, hasil evaluasi bisa digunakan sebagai bahan koreksi dan panduan untuk pelaksanaan pentas seni berikutnya.

leader yang baik

Perjuangan Bani dan seluruh panitia terbukti tidak sia-sia. Pensi berjalan dengan lancar dan sukses besar. Meskipun masih ada kekurangan, tapi mereka, pihak sekolah, para peserta, dan penonton puas dengan pensi tersebut. Hal ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang, pembagian orang dan tugas yang jelas, koordinasi dan pengarahan yang efektif, promosi yang tepat sasaran, pengambilan tindakan korektif yang tepat dan cepat, serta yang nggak kalah penting adalah komunikasi antarpanitia, pihak sekolah, dan vendor-vendor yang terjalin dengan baik. Seringkali permasalah muncul karena miss communication. Jadi, kalau kamu menyelenggarakan pensi atau kegiatan apapun, sudah tahu apa yang harus dilakuin ‘kan?

Nah, nggak cuma soal bidang dan penerapan fungsi manajemen, kamu juga bisa mempelajari topik dan pelajaran lainnya lewat ruangbelajar! Selain karena topik dan pelajarannya yang lengkap, disini kamu bisa belajar secara menyenangkan dengan bantuan video beranimasi, latihan soal, serta infografis menarik. Jadi, tunggu apalagi?

ruangbelajar

Referensi:

Alam dan Rudianto. (2013). Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

S, Alam. (2015). Ekonomi, Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas XI SMA/MA. Jakarta: Esis.

S, Alam. (2016). Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Esis.

https://www.passiton.com/inspirational-quotes/6728-if-your-actions-inspire-others-to-dream-more

Artikel diperbarui 10 Juni 2022.

[ad_2]
<

About mukhlis.net

blogging and sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.