Home / Edukasi / Meredam Gadget Pada Anak dengan Permainan Tradisional

Meredam Gadget Pada Anak dengan Permainan Tradisional

Berawal kiriman dalam Whatsapp Group (WAG) tentang gerakan masyarakat di sebuah RW di kab. Sleman yang bersepakat untuk melakukan pencegahan terhadap kecanduan gadget pada anak dibawah 18 tahun. Saya sangat setuju dengan ini, yaitu perlu adanya kontroling penggunaan gadget pada anak. tiba-tiba saat menikmati kopi buatan istri, saya kok kangen permainan dulu ya?

Dalam tulisan ini saya tidak akan menuliskan tentang dampak buruk penggunaan gadget pada anak-anak. Namun lebih kepada menuliskan rasa rindu permaianan tradisional yang menurut saya banyak manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. (kayaknya ada baper dikit ini mah…).

Hallah muter-muter aja, ok.. kali ini saya akan coba mengenang permainan tradisonal serta beberapa manfaatnya bagi tumbuh kembang anak.

1. Engkle

Permainan Tradisional
source pic : seruni.id

Permainan tradisonal ini berasal Jawa Barat ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, tidak menutup kemungkinan laki-laki juga (karena saya juga dulu suka ikutan). Cara memainkannya adalah dengan melompati kotak-kotak yang tergambar di tanah. Pemain tidak boleh menginjak garis kotak tersebut jika tidak ingin dinyatakan gugur dalam giliran.

Jika berhasil melempar benda (biasanya batu kecil) ke dalam kotak dan melompati setiap garis hingga tahap akhir, pemain dapat mengklaim satu kotak sebagai ‘rumah’-nya.

Karena dilakukan dengan lompatan menggunakan satu kaki saja, engklek dapat melatih fungsi motorik anak, termasuk melatih keseimbangan tubuh. Jenis permainan tradisional ini juga turut melatih sikap sportif pada anak yang melakukannya.

2. Bebentengan 

Permainan tradisional bebentengan ini dilakukan secara berkelompok serta mengharuskan beberapa orang untuk menjaga tiang (benteng) miliknya agar tidak disentuh oleh tim lawan.

Permainan benteng dapat melatih anak untuk melakukan kerja sama antar kelompok. Selain itu, jenis permainan tradisional ini juga turut melatih ketangkasan dan emosional pada anak yang melakukannya. Bisa dibayangkan baik fisik mapun non fisik dalam permainan ini digembleng.

3. Gobak Sodor

Permainan Gobak Sodor  ini dimainkan secara berkelompok. Kelompok yang satu menjaga ‘pintu’ yang digambarkan melalui garis lurus dan melintang, sedangkan kelompok lainnya berusaha untuk melewati setiap penjaga pintu tersebut hingga mencapai sisi satunya.

Gobak sodor dapat melatih kerjasama antara satu anak dengan anak yang lain, melatih ketangkasan dan ketepatan dalam mengambil keputusan. yang pastinya melatih fisik anak.

Sruput kopinya dulu, pasti masih banyak permainan tradisional yang masih dalam ingatan, gatrik, congklak, bahkan dulu saat kecil saya membuat tembakan dari pelepah pisang, Dah dulu ya.. mungkin rekan-rekan bisa berbagi permainan tradisional di komentar… he.. he..

 

 

About mukhlis

orang dari kampung (cah ndeso), cuma bisa nulis yang ngasal. Mencoba menjadi guru baik dan bermanfaat. Melalui blog cupu ini kutuangkan pengalaman, ide dan hiruk pikuknya pikiran dan perasaan aku. Senang jika anda mau sharing dengan saya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *