<

NASA Mengatakan Kerjasama Dengan Rusia pada Operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional Akan Terus Berlanjut Meskipun Invasi Ukraina

[ad_1]

Meskipun aksi militer Rusia di Ukraina telah meningkatkan ketegangan antara Moskow dan AS, kedua pihak akan terus bekerja sama dalam operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), kata NASA. Badan antariksa AS mengatakan bahwa operasi kolaboratifnya dengan badan antariksa Rusia Roscosmos akan berlanjut seperti biasa. Rusia dan AS telah sering berkolaborasi dalam proyek multinasional sebelumnya. Salah satu kolaborasi internasional paling ambisius yang pernah dicoba, ISS diluncurkan pada tahun 1988 dan merupakan kolaborasi antara AS, Rusia, Jepang, Kanada, dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Astronot dari berbagai negara tinggal di ISS dan melakukan misi penelitian bersama.

Hingga saat ini, ISS adalah stasiun luar angkasa terbesar yang pernah dibangun. Telah dikunjungi oleh astronot dari 18 negara, menurut NASA.

Setelah Rusia mengumumkan sedang melakukan “operasi militer” di Ukraina pada hari Kamis, dan Barat memberlakukan sanksi terhadapnya, peneliti sains dan astronom khawatir bagaimana ini akan berdampak pada proyek eksplorasi ruang angkasa yang melibatkan kedua negara. Namun, juru bicara NASA mengatakan badan antariksa kedua negara akan terus bekerja sama dilaporkan.

“Tim Stasiun Luar Angkasa Internasional terus melakukan operasi penelitian dengan aman di orbit rendah Bumi,” kata juru bicara NASA.

Astronot NASA Mark Vande Hei akan kembali ke Bumi pada 30 Maret menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia. Dia akan ditemani oleh dua kosmonot Rusia – Anton Shkaplerov dan Pyotr Dubrov. Saat ini ada enam orang di stasiun luar angkasa.

Juru bicara itu menambahkan bahwa kerja sama juga akan berlanjut di lapangan. Sudah, tiga kosmonot Rusia sedang berlatih di Johnson Space Center NASA di Houston, Texas. Dan dua astronot NASA menyelesaikan pelatihan di Rusia pada bulan Februari.

Namun ada juga pemain lain, seperti Uni Eropa dan Inggris, yang keduanya mengancam akan memberikan sanksi berat kepada Rusia jika tidak segera menghentikan invasi di Ukraina.


.

[ad_2]

<

About mukhlis.net

blogging and sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.