Home / Ngeblog / Pengertian Retorika, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Strategi Penyusunan Retorika Lengkap

Pengertian Retorika, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Strategi Penyusunan Retorika Lengkap


Pengertian Retorika, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Strategi Penyusunan Retorika Lengkap – Retorika adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo). Secara umum, Pengertian Retorika adalah seni manipulatif atau teknik persuasi politik bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader (orang yang mempersuasi) dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, kepercayaan dan pengharapan mereka.
Pengertian Retorika Menurut Para Ahli
Suhandang (2009:28)
Menurut Suhandang, Retorika aalah bentuk komunikasi di mana seseorang menyampaikan buah pikirannya baik lisan maupun tertulis kepada hadirin yang relatif banyak dengan pelbagai gaya dan cara bertutur, serta selalu dalam situasi tatap muka (face to face) baik langsung maupun tidak langsung
Aristoteles
Menurut Aristoteles, Retorika adalah the facult of seeing in any situation the available means of persuasion yang artinya kemampuan untuk melihat perangkat alat yang tersedia untuk mempersuasi.
Plato
Menurut Plato, Retorika adalah seni bertutur untuk memaparkan kebenaran, retorika yang tidak memandang kemanfaatan dan kebenaran bukanlah retorika.
Rahmat (2001:10)
Menurut Rahmat, Retorika adalah ilmu yang mempelajari cara mengatur komposisi kata-kata agar timbul kesan yang telah dikehendaki-nya pada diri khalayak. Retorika adalah pemekaran bakat-bakat tertinggi manusia, yakni rasio dan cita rasa lewat bahasa selaku kemampuan untuk berkomunikasi dalam medan pikiran.
Keraf (1994:3)
Menurut Keraf, Retorika adalah sebuah telaah atau studi yang simpatik mengenai oratoria atau seni berpidato. Kemampuan dan kemahiran berbahasa waktu itu diabdikan untuk menyampaikan pikiran dan gagasan melalui pidato-pidato kepada kelompok-kelompok massa tertentu guna mencapai tujuan tertentu.
Saputra (2006:2)
Menurut Saputra, Retorika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana bertutur kata di hadapan orang lain dengan sistematis dan logis untuk memberikan pemahaman dan meyakinkan orang lain.
Gusti Ngurah Oka
Menurut Gusti Ngurah Oka, Retorika adalah ilmu yang mengajarkan tindak dan usaha efektif dalam persuasi penataan dan penampilan tutur untuk membina saling mengerti dan kerja-sama kedamaian dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan Retorika
Menurut Tasmara (1997:156), ada 5 (lima) tujuan retorika diantaranya yaitu:

To Inform, yaitu memberikan penerangan dan pengertian kepada massa, guna memberikan penerangan yang mampu menanamkan pengertian dengan sebaik-baiknya.
To Convise, yaitu meyakinkan dan menginsafkan.
To Inspire, yaitu menimbulkan inspirasi dengan teknik dan sistem penyampaian yang baik dan bijaksana.
To Intertain, menggembirakan, menghibur dan menyenangkan, dan memuaskan.
To Ectuate (to put into action), yaitu menggerakkan dan mengarahkan mereka untuk bertindak menetralisir dan melaksanakan ide yang telah dikomunikasikan oleh orator di hadapan massa.

Fungsi Retorika
Menurut Raudhonah (2007:52), fungsi retorika diantaranya yaitu:

Mass information, yaitu untuk memberi dan menerima informasi kepada khalayak. Hal tersebut dapat dilakukan oleh setiap orang dengan pengetahuan yang dimiliki. Tanpa komunikasi, informasi tidak bisa disampaikan dan diterima.
Mass education, yaitu memberi pendidikan. Fungsi ini dilakukan oleh guru pada murid untuk meningkatkan pengetahuan atau oleh siapa saja yang memiliki keinginan untuk memberikan pendidikan.
Mass persuasion, yaitu untuk memengaruhi. Hal tersebut biasa dilakukan oleh setiap orang atau lembaga yang memberi dukungan dan ini bisa digunakan oleh orang bisnis, dengan mempengaruhi iklan yang dibuat.
Mass intertainement, yaitu untuk menghibur. Hal tersebut biasa dilakukan oleh radio, televisi atau orang yang memiliki profesional menghibur.

Jenis-Jenis Retorika
Menurut Hedrikus (1993:16), retorika diklasifikasikan menjadi tiga jenis diantaranya yaitu:
Monologika
Monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, dimana hanya ada seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika diantaranya yaitu pidato,kata sambutan, kuliah, ceramah, dan deklamasi.
Dialogika
Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, di mana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam suatu proses pembicaraan. Bentuk dialogika diantaranya diskusi, Tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
Pembinaan Teknik Bicara
Teknik berbicara merupakan syarat bagi retorika. Untuk itu, pembinaan teknik berbicara merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini, perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik bernapas, teknik mengucap, bina suara, teknik berbicara dan bercerita.
Strategi Penyusunan Retorika
Menurut Aristoteles, ada 5 (lima) strategi penyusunan retorika yang dikenal dengan istilah “The Five Canons of Rhetoric, diantaranya yaitu:
Invention (penemuan bahan)
Invention adalah konstruksi atau pengembangan dari sebuah argumen yang relevan dengan sebuah tujuan dari pidato. Langkah ini mencakup kemampuan untuk menemukan, mengumpulkan, menganalisis, dan memilih materi yang cocok untuk pidato. Menurut Aristoteles argumen-argumen harus dicari melalui rasio, moral, dan afeksi. Karena ini dianggap sebagai bagian yang sangat penting.
Dispositio/Arrangement (penyusunan bahan/materi)
Disposisi adalah penataan ide. Penataan ide ini akan membantu pendengar memahami hubungan antar ide dan juga menghindari kebingungan. Penataan ide yang efektif juga akan membuat pesan lebih persuasif dengan membiarkan setiap ide membangun di atas apa yang telah dipresentasikan lebih dahulu dan membuat argumen lebih kuat.
Style/Elocutio (gaya/pemilihan bahasa yang indah)
Style adalah cara penggunaan bahasa dalam mengekspresikan ide. Penggunaan style yang efektif akan membuat pesan lebih jelas, menarik dan powerful. Sebagai persuader yang efektif, diharapkan dapat menggunakan bahasa yang secara efektif menyuarakan argumen. Penggunaan bahasa harus sungguh-sungguh diperhatikan sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang salah.
Memory (mengingat materi)
Memory berhubungan dengan kemampuan untuk mengingat mengenai apa yang akan dikatakan. Pada zaman dahulu, hal ini berarti mempelajari cara untuk mengingat ide dalam urutan untuk mempresentasikan mereka dengan bahasa yang direncanakan. Pada masa kini, hal ini lebih pada bagaimana menggunakan catatan atau manuskrip dari pada menghafal secara keseluruhan.
Pronountiatio/Delivery (penyampaian)
Delivery adalah bagian terakhir dari retorika. Delivery melibatkan secara vokal dan fisik dalam mempresentasikan speech. Delivery sangat penting karena orang lebih memperhatikan ide yang dipresentasikan secara menarik dan powerful. Delivery seharusnya mempresentasikan ide sesuai bobotnya dan tidak untuk membuat ide lemah tampil lebih kuat.
Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Retorika, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Strategi Penyusunan Retorika Lengkap .  Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Baca Artikel Lainnya

Pengertian Debat, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis, Tata Cara dan Struktur Debat Terlengkap
Pengertian Debat Aktif, Tujuan, Manfaat, Unsur dan Langkah-Langkah Debat Aktif Lengkap
Pengertian Diskusi, Jenis-Jenis, Unsur-Unsur Diskusi, Tujuan dan Manfaat Diskusi Terlengkap
Musyawarah – Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Fungsi dan Manfaat serta Contoh Musyawarah Lengkap
Pengertian Seminar, Fungsi dan Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Seminar Terlengkap

About mukhlis

orang dari kampung (cah ndeso), cuma bisa nulis yang ngasal. Mencoba menjadi guru baik dan bermanfaat. Melalui blog cupu ini kutuangkan pengalaman, ide dan hiruk pikuknya pikiran dan perasaan aku. Senang jika anda mau sharing dengan saya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *